Kitakini.com - Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Respati, mengingatkan masyarakat untuk tidak
langsung tidur setelah santap sahur. Kebiasaan ini dapat memicu gangguan pencernaan, peningkatan tekanan di lambung, yang
berisiko menyebabkan
asam lambung naik ke kerongkongan atau dikenal sebagai GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
"Setelah makan, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Jika langsung tidur, proses pencernaan bisa terganggu," ujar dr. Andhika, Rabu (12/3/2025).
Selain itu, dr. Andhika menyarankan agar pola tidur selama Ramadan diatur dengan baik untuk memenuhi kebutuhan istirahat selama delapan jam sehari. Misalnya, setelah melaksanakan salat tarawih sekitar pukul 20.00 atau 20.30, sebaiknya segera beristirahat.
"Biasakan tidur pukul 21.00, lalu bangun pukul 03.00 dini hari untuk persiapan sahur. Jika tidak memasak, bangun pukul 04.00 masih aman," jelasnya.
Namun, jika waktu tidur malam belum mencukupi, tidur siang bisa menjadi solusi untuk menjaga kebugaran tubuh. Meskipun tidur siang tidak dapat menggantikan kualitas tidur malam, aktivitas ini dapat membantu mengurangi rasa kantuk.
"Tidur siang tidak dirancang untuk menggantikan tidur malam, tetapi bisa membantu mengurangi kelelahan," tambahnya.
Dengan menerapkan pola tidur yang teratur dan menghindari langsung tidur setelah sahur, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih sehat dan bugar.